Sabtu, 25 Juni 2011

Cobaan dan Tantangan distributor Jualan Langsung/Direct Selling

Menjadi seorang distributor yang tangguh, handal dan sukses di jualan langsung/Direct Selling perlu beberapa kiat - kiat tertentu. Tips yang bisa menunjang diri anda terus berkembang dan bersemangat dalam menjalani bisnis, sehingga diharapkan dari tindakan ini, anda semua tetap maju pantang mundur dan tidak cepat patah semangat. Cobaan dan Tantangan sebagai seorang distributor jualan langsung/Direct Selling adalah sangat besar dan tidak mudah untuk di lalui, sehingga kesabaran, ketabahan dan keterbukaan diri untuk menerima semua tantangan yang ada adalah hal utama menuju keberhasilan. Berikut tindakan yang sangat berguna bagi kesuksesan anda dalam menekuni salah satu jualan langsung/Direct Selling yang anda pilih dan anda pikir cocok untuk anda dan masa depan. Tindakan yang positif dan perlu untuk anda lakukan adalah :

1. Pelaku sekaligus konsumen
Sebagai distributor jualan langsung/Direct Selling tidak hanya bisa menjual , tetapi harus dan wajib menggunakan Produk dari jualan langsung/Direct Selling yang anda jalani, sehingga manfaat dan kegunaan dari produk tersebut benar - benar anda rasakan sendiri, manfaat dari produk tersebut benar - benar berguna dan sangat dibutuhkan pada diri anda. Hal ini perlu karena anda bisa dengan nyaman menjalani bisnis jualan langsung/Direct Selling tersebut, dan yang paling penting adalah pada saat anda menawarkan kepada calon pembeli atau member baru, anda dengan mudah dan percaya diri bisa menjelaskan, mem presentasikan dengan baik kepada mereka. Coba bayangkan betapa malunya anda jika calon prospek anda bertanya " bagaimana dengan anda sendiri, apakah anda juga menggunakan produk yang anda tawarkan ini ? jawaban anda ' BELUM '. Pasti dan yakin sekali, mereka tidak akan tertarik dan menaruh rasa antusias kepada anda, karena anda tidak mempresentasikan diri anda dengan baik. Jadi, pergunakan produk jualan langsung/Direct Selling anda untuk diri anda sendiri, kemudian orang lain.

2. Selalu belajar dan terus belajar
Banyak leader - leader jualan langsung/Direct Selling yang sukses dan cepat meraih keberhasilan karena banyak belajar. Banyak cara untuk dilakukan, yang mudah dan menyenangkan andalah sering - seringlah membaca buku - buku yang bermanfaat buat pengembangan diri dan pengembangan bisnis jualan langsung/Direct Selling anda. Anda akan mudah menemukan buku - buku ini di Toko buku terkemuka, diantara buku yang sangat menunjang dan Perlu dibaca adalah semua buku karangan Robert T Kiyosaki ( Cashflow quadrant, Rich dad Poor dad, Business School, Retire Young Retire Rich dll ) Buku karangan Zig Ziglar, Anthony Robbins, Burke Hedges, Mac Gill, Bill Gates, serta masih banyak lagi.

Selain belajar membaca , tentunya anda yang memiliki akses internet anda juga bisa surfing ke website - website motivasi dan website belajar online. Selain belajar sendiri, tentunya anda harus belajar dari Upline atau Leader jualan langsung/Direct Selling anda, lakukan sharing,tanya jawab dan solusi pemecahan masalah. Sering datang ke acara Presentasi, mendengarkan dan mencatat semua Tips dan kiat - kiat sukses dari para leader untuk memudahkan anda bergerak, serta mendengar cerita / kisah kisah yang lucu,haru dan tidak mengenakkan yang dialami Leader anda untuk menambah kekuatan dan semangat pantang menyerah. Bulatkan tekad untuk bersedia belajar sungguh - sungguh ' System Bisnis jualan langsung/Direct Selling yang mana system tersebut telah terbukti bisa mencetak orang sukses.

3. Pergunakan tehnik Adifikasi
Jika anda baru pertama kali atau belum lama menekuni sebuah Bisnis jualan langsung/Direct Selling, tehnik adifikasi adalah suatu langkah yang harus anda ambil dan lakukan. Tehnik adifikasi adalah tehnik menawarkan sebuah bisnis / memasarkan binis jualan langsung/Direct Selling anda dengan cara memberikan contoh kepada calon member anda , dengan jalan menemukan / memberitahukan siapa saja ( Leader Anda ) yang sudah sukses di Bisnis jualan langsung/Direct Selling tersebut, kemudian siap sedia membantu anda , memotivasi calon downline anda, memberikan penjelasan dan berbagi ilmu. Kebanyakan orang yang dipresentasi selalu bertanya siapa yang sudah sukses, berapa lama, bagaimana caranya dsb. Jika anda baru memulai, tentunya bukti belum begitu mendukung, maka jalan satu - satunya adalah memanggil upline anda. Mengundang prospek ke acara Presentasi adalah hal yang mudah untuk meng - adifikasi.

4. Jangan bekerja sendiri
Di bisnis Network Marketing, jarang sekali dan hampir tidak ada orang yang sukses dengan jalan sendiri tanpa bantuan orang lain. Ingat, Network Marketing terkait erat sekali dengan Relationship Business, berbisnis secara kekeluargaan, se paham dan se visi... jadi berusaha membentuk Teamwork yang solid, membentuk team kerja yang bagus dan jadwal yang terencana. Jalin komunikasi yang baik dengan Leader, Upline dan downline anda secara terus menerus, ini penting sekali karena bisnis anda bermain dengan waktu, bermain dengan informasi, bermain dengan kecepatan. Tanpa komunikasi, anda akan terlambat memonitor informasi terbaru, terlambat bergerak dan terlambat untuk melakukan percepatan bisnis. Apa yang terjadi jika anda menjalankan bisnis sendiri ? Pasti anda kembali ke selera asal , jiwa entrepreneurship anda kembali padam, dan anda kembali seperti semula. Jangan sia - siakan waktu anda hanya salah dalam ber - komunikasi.

5. Gunakan semua media penunjang
Dalam menjalankan bisnis jualan langsung/Direct Selling, anda juga harus kreatif dan penuh inovasi. Memanfaatkan media penunjang dari perusahaan berupa brosur produk, kesaksian, Brosur Marketing Plan dan VCD jika ada. Terus bagikan ke relasi / teman anda dengan cara meminjamkan untuk dipelajari. Jika jarak anda jauh dengan mereka, maka Internet lah yang bisa menjawab semua itu. Internet ibaratnya dunia dalam genggaman anda, jadi pergunakan website bisnis yang anda miliki sekarang. Andapun bisa melakukan inovasi dan kreasi sendiri, yang terpenting adalah bagaimana agar bisnis yang anda tawarkan menarik dan mempunyai prospek masa depan yang bagus. Lagi - lagi , media OFFLINE berupa acara Presentasi , Success Seminar adalah hal vital dalam bisnis jualan langsung/Direct Selling. Kalau Di tempat anda belum ada , maka bentuklah team dan ciptakan acara nya. Justru anda punya peluang besar jadi LEADER hebat di wilayah tersebut.

6. Dream Builder
Ingat dan selalu di ingat,.... Tidak ada kata gagal, yang ada hanya kesuksesan yang tertunda. Selalu melihat orang lain yang sukses di JUALAN LANGSUNG/DIRECT SELLING, dan selalu camkan pertanyaan ini " kalau mereka bisa, kenapa saya tidak ? dengar dan tampung semua impian downline anda, pertemukan bersama dengan impian anda, satukan dalam langkah dan bergeraklah maju seperti Leader - leader anda. Jangan melihat ke belakang, jangan ingat masa sulit anda, terus maju dan selalu menyenangi segala langkah yang anda tempuh bersama jaringan anda. Bisnis anda akan berhasil jika anda selalu membawa kata ' Senang ' dalam menawarkan ke orang lain, maka semua kendala yang anda hadapi adalah sebuah proses dari keberhasilan yang akan anda raih. Sebenarnya mereka bukan menolak dengan apa yang anda tawarkan, tetapi mereka belum membuka diri untuk anda. Maka dari itu, buka impian mereka, coba samakan visi dan presepsi dulu, baru kemudian jelaskan bisnis JUALAN LANGSUNG/DIRECT SELLING anda. Anda siap menjadi pembangun mimpi dan wirausaha yang tangguh.

7. Duplikasi
Di network marketing, langkah no.7 ini sangat penting sekali untuk percepatan bisnis anda. Tanpa ada duplikasi bisnis, bisnis JUALAN LANGSUNG/DIRECT SELLING anda akan berjalan lambat dan gurah bergairah, jadi bagaimana agar bisnis JUALAN LANGSUNG/DIRECT SELLING anda mengalami percepatan yang baik ? lakukan langkah demi langkah diatas dengan benar dan pahami akan karakter downline anda ( artinya anda harus pintar memadukan / meracik bisnis JUALAN LANGSUNG/DIRECT SELLING anda se enak Bartender membuat Minuman , jika ada member anda senang dengan No.1 ( menjadi konsumen saja, maka perlakukan lah sebaik - baiknya ), jika downline anda bisa melakukan langkah no.1, No.2 dan no.3 saja, maka andapun juga harus paham dan bisa membantu untuk mencoba langkah no.4 dan seterusnya. Step by step istilah bahasa melayu nya, proses pembelajaran bisnis yang terencana. Ingin jaringan bisnis anda berkembang baik ? Duplikasikan dengan benar dan bertahap.
====================
Insight :
Ahaaa..artikel diatas baru saya baca dan jujur semua hal tersebut sudah saya dan tim saya di sparkling tim lakukan lho.
1. Pelaku selaku konsumen -->seringkan saya bilang bahwa saya pakai produk2nya jadi selain dapat poin yg bisa menghasilkan bonus, saya juga bisa info produk apa aja yang enak dan cocok, ada 800 produk di Oriflame masa sih ngga ada yang ga bisa dipakai dari sabun, shampoo, handbody, parfum dll, semuanya ada dalam berbagai pilihan dan disesuaikan dengan jenis kulit kita. Makanya saya sempet bilang kan sekarang ini saya jarang jualan tp lebih pakai untuk diri sendiri :p

2. Selalu belajar dan banyak belajar -->; saya sering berkumpul dg teman2 yang sudah sukses, soalnya belajar dari orang yg berhasil lebih cepat menyerap dan langsung dibandingkan harus baca2 buku, meski buku2 itu penting contohnya buku ipphoright dan berbagai macam buku atau quote motivasi yang membuat kita terpacu untuk tidak patah semangat. menyenangkan..!!!

3. Tehnik Adifikasi --> Saat saya baru join tentunya saya belum mencapai apapun di bisnis Oriflame, tapi yang saya lakukan adalah menceritakan kisah sukses para leader/up line saya, dulu saya ceritakan tentang Mba Meuthia dan Ilna yang berhasil dibisnis ini.
Teman : "lo emang udah berapa lama? trus udah dapat berapa bonusnya?"
Saya : "Baru join sih tapi up line2 saya udah berhasil lho, makanya saya mau spt mereka (sebutkan prestasi mereka) dan saya pasti bisa." (jangan lupa saat bicara spt ini anda bulatkan tekad untuk berhasil)
Teman :" ah, lo aja belum dapat apa-apa, tapi udah mau ajak gue"
Saya : " Iya sih baru join, pastinya belum keliatan tapi saya sedang berusaha spt mereka dan saya mau ajak kamu juga sukses, yuk ikutan sama saya"
Temen : " Lo dulu deh jalanin, gue mau liat lo dulu ntar kalo udah sukses baru deh gue mau join, buktiin dulu deh"
Saya : " Iya koq saya memang mau menjalani, ya udah yg penting saya udah ajak kamu ya untuk sukses bareng dan kalo mau join jgn lupa hubungi saya"
(Jangan lupa segera bulatkan tekad anda untuk berhasil, dan ketika berhasil saya ajak lagi dan kali ini jawabannya "Duh ka, kayanya gue ga bakat deh kaya lo, lo mah ulet dan rajin, gue ngga ada waktu", Hayaaah..alasan mah paling gampang dibuat hehe)

4. Jangan bekerja sendiri
Pernahkah anda sebagai orang baru/downline ditawarkan oleh up line anda untuk dibantu ? saya pernah dan ternyata memang dibantu
Pernahkah anda sebagai up line menawarkan bantuan kepada orang baru mau join/downline? bukan pernah lagi kalau saya sih, SERING. Di jaringan saya up line kalo ngga aktifitas untuk bantu downline prospect/training/homesharing rasanya gerah hehe.

5. Gunakan semua media penunjang -->
Dimana-mana tidak ada bisnis yang bisa laku kalau tidak dipromosikan nah manfaatkan :
Media ONLINE,
FB : gunakan dengan status yang positive, semangat dan menyenangkan apalagi pakai hati, enak :D
YM : Chatting dg up line/downline, sharing informasi. couching/membina downline tau2 akhir bulan dpt lagi bonus dari Oriflame kan? daripada untuk hal yg ga ada manfaatnya mis : mengeluh/bergosip dll
Email : segera join di millist Boss Family, anda bisa belajar tanpa harus keluar rumah karena disana gudangnya ilmu dan pengalaman tercurah dan segala pertanyaan anda akan terjawab krn millist diciptakan untuk membantu semua member Boss Family.
Jangankan Oriflame bisnis murah tapi cepat ini, sekarang justru banyak bisnis on line yang menjamur kan?

Media OFFLINE,
Brosur/flyer/pamflet : ini tidak hanya untuk bisnis Oriflame, dibisnis lain juga pakai media ini misalnya jualan mobil, properti, cat rumah, kartu kredit, sekolah2 bahkan promo2 mall
Maksimalkan dengan berbagai kreativitas dan inisiatif, tanpa terasa otak anda lebih 'hidup' karna sering digunakan untuk hal2 yang baru.

6. Deam Builder --> Kenapa harus membangun impian?
Dengan impian kita lebih focus untuk menjalani bisnis ini, impian setiap member pasti berbeda-beda tapi PASTI bisa dicapai di Oriflame saya. contoh :
a. Mau menyekolahkan anak di sekolah yang bagus --> saat mengalami rintangan, ingat kembali impian tersebut maka anda akan tetap bangkit demi anak anda.
b. Orang tua pas-pasan tapi pengen punya Laptop --> saat diremehkan teman, ingat kembali impian tersebut dan anda akan bisa mendapatkan Laptop
Psst...kalo di Boss Family impian laptop itu sekarang adalah impian kecil karena semua punya impian BESAR yang ingin dicapai.
Tidak salah dong kalau owner Oriflame mengatakan bisnis mereka adalah menjual mimpi, artinya silahkan gunakan Oriflame sebagai tools/kendaraan untuk mencapai mimpi anda.


7. Duplikasi --> Kalau punya downline berarti anda sudah harus belajar membina mereka. cobalah sekali2 berkaca dan tanyakan diri anda apakah anda adalah tipe up line yang diidamkan oleh downline anda layaknya anda mengharapkan sosok up line ideal untuk anda?
Mulailah dari sekarang melatih diri menjadi up line yang baik, setiap orang tidak mungkin langsung menjadi leader yang hebat karena pasti perlu proses, jam terbang dan belajar dari kekurangan atau kesalahan.
Tidak masalah ketika anda kesalahan, who cares ? yang penting anda belajar merubah dan meningkatkan potensi diri terus menerus. Yang menyedihkan adalah mengharap up line sempurna untuk dirinya sementara dirinya tidak bisa menjadi downline yg baik apalagi up line baik untuk downline-nya sendiri. Kebangetan deh kalo ngga merasa malu :p

Jadi intinya di Oriflame saya, semua sudah diterapkan tinggal kita ACTION. Love it :D

Pemasaran berjenjang

  • Pemasaran Berjenjang

    Pemasaran berjenjang (bahasa Inggris: multi level marketing) adalah sistem penjualan yang memanfaatkan konsumen sebagai tenaga penyalur secara langsung. Harga barang yang ditawarkan di tingkat konsumen adalah harga produksi ditambah komisi yang menjadi hak konsumen karena secara tidak langsung telah membantu kelancaran distribusi.

    Keanggotaan
    Promotor (upline) biasanya adalah anggota yang sudah mendapatkan hak keanggotaan terlebih dahulu, sedangkan bawahan (downline) adalah anggota baru yang mendaftar atau direkrut oleh promotor. Akan tetapi, pada beberapa sistem tertentu, jenjang keanggotaan ini bisa berubah-ubah sesuai dengan syarat pembayaran atau pembelian tertentu.

    Komisi yang diberikan dalam pemasaran berjenjang dihitung berdasarkan banyaknya jasa distribusi yang otomatis terjadi jika bawahan melakukan pembelian barang. Promotor akan mendapatkan bagian komisi tertentu sebagai bentuk balas jasa atas perekrutan bawahan.
    Kontroversi
    Seringkali ditemukan kerancuan istilah antara pemasaran berjenjang dengan permainan uang (money game). Pemasaran berjenjang pada hakikatnya adalah sebuah sistem distribusi barang. Banyaknya bonus didapat dari omzet penjualan yang didistribusikan melalui jaringannya. Sebaliknya, pada permainan uang bonus didapat dari perekrutan, bukan omzet penjualan. Kesulitan membedakan pemasaran berjenjang dengan permainan uang terjadi karena bonus yang diterima berupa gabungan dengan komposisi tertentu antara bonus perekrutan dan komisi omzet penjualan.

    Sistem permainan uang cenderung menggunakan skema piramida (atau skema Ponzi) dan orang yang terakhir bergabung akan kesulitan mengembangkan bisnisnya. Dalam pemasaran berjenjang, walaupun dimungkinkan telah memiliki banyak bawahan, tetapi tanpa omzet tentu saja bonus tidak akan diperoleh.

    Informasi tentang jenis pemasaran berjenjang yang benar dapat mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia dengan memuat larangan tegas yang tercantum pada bab VIII.
    Masalah di dalam pemasaran berjenjang sering terjadi bila sistem komisi menjurus pada permainan uang. Biaya keanggotaan bawahan secara virtual telah dibagikan menjadi komisi promotor sementara harga barang menjadi terlalu mahal untuk menutupi pembayaran komisi kepada promotor. Dalam jangka panjang, hal ini membuat komisi menjadi tidak seimbang, di mana komisi telah melebihi harga barang dikurangi harga produksi.

    Hal ini tentu akan membuat membuat konsumen di tingkat tertinggi mendapatkan harga termurah atau bahkan mendapatkan keuntungan bila mengetahui cara mengolah jaringannya, sedangkan konsumen yang baru bergabung mendapatkan kerugian secara tidak langsung karena mendapatkan harga termahal tanpa mendapatkan komisi atau komisi yang didapatkan tidak sesuai dengan usaha yang telah dilakukan sehingga akhirnya anggota baru tersebut terangsang untuk mencari konsumen baru agar mendapat komisi yang bisa menutupi kerugian virtual yang ditanggungnya.

    Pelanggaran bisa pula terjadi bila perusahaan penyedia sistem pemasaran berjenjang menjanjikan sesuatu berlebih yang tidak mungkin bisa dicapai konsumen. Misalnya, jika konsumen bisa mendapatkan 10 jenjang jaringan yang setiap jenjangnya harus berisi 10 anggota, maka ia akan mendapatkan bonus Rp 10 Miliar. Sepintas hal ini terlihat menggiurkan dan mudah, tetapi jika konsumen menggunakan akal sehatnya, ia sebenarnya harus merekrut 1010 bawahan atau sepuluh pangkat sepuluh, yaitu sejumlah 100 juta anggota baru (hampir separuh penduduk Indonesia).

    Dewasa ini, telah berkembang sistem pemasaran viral yang merupakan salah satu bagian model pemasaran berjenjang. Beberapa hal yang membedakan antara lain:
    • Tidak ada bonus perekrutan -->
    di Oriflame diberikan promo rekrut saja dg produk Oriflame sendiri, tanpa perekrutan member tetap bisa melakukan aktifitasnya.
    • Produk yang dipasarkan merupakan produk dinamis. -->
    Sangat dinamis dalam hal perputaran produk (personal care) yang digunakan setiap hari oleh setiap orang yaitu sabun, shampoo, handbody, pasta gigi, body lotion, sikat gigi, conditioner, bedak, lipstick, mascara, parfum, dengan harga yang terjangkau oleh mayoritas penduduk Indonesia dg kisaran mulai Rp. 9.900 s/d Rp. 400.000,- jadi sangat terjangkau
    • Bonus hanya diperoleh dengan adanya pembelian/penjualan -->
    semakin banyak/besar pembelanjaan anda+ jaringan yang diakumulasikan dalam bentuk poin maka poin tersebut dikonversikan untuk nilai bonus yang akan anda terima
    • Besar kecilnya Komisi atau bonus tiap transaksi yang dilakukan relatif kecil, tergantung dari usaha dan kerja keras. -->
    Inilah mengapa saya di Oriflame tidak henti bekerja keras membuat orang mengerti dan memahami bahwa sistim di Oriflame adalah fair dan yang menyenangkan usaha dan kerja keras anda tidak sendirian tetapi bersama2 dengan para up line yang tangguh dan mau membantu.
    • Bonus akan signifikan pada jaringan yang besar. -->
    semakin besar anda merekrut dan membuat orang paham akan sistim MLM maka semakin menggurita jaringan dibawah anda, wajar jika semakin besar jaringan maka bonus andapun akan besar bahkan CRV bisa menjadi milik anda.
==================
Insight :
Dikaitkan dengan bisnis Oriflame, Oriflame mengadopsi sistim pemasaran berjaringan dimana setiap konsumen yang membeli produk Oriflame kepada member Oriflame dikenakan biaya 100% dimana didalamnya sudah termasuk dengan :
1. Harga produk dari perusahaan
2. Harga komisi untuk member Oriflame
Jadi wajar kalau banyak yang lebih memilih menjadi member Oriflame ketimbang sebagai konsumen saja.

Di Oriflame, semua bonus/komisi didasarkan atas berapa banyak anda dan jaringan mencapai omzet penjualan dan BUKAN omzet atas perekrutan jadi jelas sekali bahwa Oriflame tidak dan bukan MLM yang berakar pada money game, SAMA SEKALI BUKAN.

Untuk memboosting perekrutan yang lebih banyak biasanya Oriflame hanya memberikan promosi sponsor dimana setiap member yang berhasil mengajak/merekrut orang akan mendapatkan berbagai hadiah produk yang menarik, tetapi jika tidak melakukan rekrutpun member tersebut tetap bisa melakukan aktifitasnya sebagai member.

Oriflame tidak memberlakukan sistim piramida dimana orang yang ada diposisi atas akan selalu mendapatkan keuntungan tetapi di Oriflame, siapapun bisa mendapat bonus bahkan bisa melampau sang promotor (up line), lagi-lagi kelebihan Oriflame yang memperlakukan bahwa yang bekerja lebih banyak mungkin saja mendapat bonus lebih besar tanpa melihat dia adalah seorang downline baru atau lama.
Terbukti kan ada up line yang levelnya lebih rendah dari downlinenya dan ada juga member yang bisa mencapai level Diamond dlm waktu 2 (dua) tahun dimana kebanyakan orang bisa mencapai dalam kurun waktu 3-4 th. new comer bisa melesaaat atas usahanya yang LEBIH dari yang lain. Adil kan?

BEDA DIRECT SELLING DENGAN MULTI LEVEL MARKETING

Direct selling dan Multi Level Marketing memiliki persamaan dan perbedaan. Apa saja itu?

Bagi kalangan awam, penggunaan kata direct selling dan MLM (Multi Level Marketing) secara bergantian menyebabkan mereka sedikit bingung. Bahkan dikalangan pelaku bisnis DS/MLM pun kadang ada sedikit kebingungan apa beda dan apa persamaan antara Direct Selling dengan MLM. Tulisan berikut mencoba memberi gambaran singkat mengenai perbedaan dan persamaan Direct Selling dengan MLM, mulai dari penggunaan istilah sampai ke substansi sistemnya.

Pertama-tama istilah direct selling memang lebih dulu muncul dibanding MLM. Istilah direct selling merujuk pada aktifitas penjualan barang-barang atau produk langsung kepada konsumen, dimana aktifitas penjualan tersebut dilakukan oleh seorang penjual langsung (direct seller) dengan disertai penjelasan, presentasi atau demo produk. Praktek-praktek direct selling sesungguhnya sudah berlangsung sejak zaman dahulu kala. Esensinya adalah adanya tenaga penjual independen yang menjualkan produk atau barang dari produsen tertentu kepada konsumen.

Dalam sejarah industri ini, direct selling dalam bentuknya yang sekarang (dianggap) pertama kali muncul dengan beroperasinya The California Perfume Company di New York tahun 1886 yang didirikan oleh Dave McConnel. McConnell inilah yang memiliki ide mempekerjakan Mrs. Albee sebagai California Perfume Lady yang pertama dengan cara menjual langsung kepada konsumen dari rumah ke rumah. Perusahaan ini kemudian berganti nama menjadi Avon pada tahun 1939, sementara Mrs. Albee sendiri dianggap sebagai pioneer metode penjualan direct selling.

Dalam perkembangan berikutnya, muncul perusahaan Nutrilite tahun 1934 di California dengan metode penjualan baru, yaitu memberi komisi tambahan pada distributor independen yang berhasil merekrut, melatih, dan membantu anggota baru itu untuk ikut menjual produk. Metode baru ini memungkinkan seorang distributor terus merekrut anggota baru dengan kedalaman dan keluasan yang tidak terbatas. Berikutnya tahun 1956 berdiri Shaklee dan tahun 1959 berdiri Amway dengan metode penjualan yang sama, yang kemudian lebih dikenal dengan metode penjualan multi level marketing.

Nah, mari kita telusuri perbedaan dan persamaan direct selling dengan MLM dari sisi penggunaan istilahnya. Istilah MLM biasanya secara tegas menunjuk pada system Multi level itu sendiri. Sebaliknya, itulah direct selling mempunyai dua arti. Pertama, direct selling bisa dipakai untuk merujuk pada sistem kompensasi single level seperti yang dipakai oleh Avon atau Tupperware. Kedua, direct selling biasanya juga dipakai untuk menyebut industri ini secara keseluruhan, baik itu single level direct selling maupun multi level marketing (termasuk dengan segala varian dari sistem multi level)

Yang unik, para pelaku bisnis single level direct selling saja dalam penyebutan jenis bisnis mereka. Jarang sekali mereka menyebut bisnis single level. Sebaliknya, pebisnis multi-level kadang-kadang menyebut bisnisnya direct selling, tapi memang lebih sering digunakan istilah MLM atau belakangan network marketing.

Berikutnya dari sisi esensi sistemnya, single level direct selling memang sangat berbeda dengan multi level marketing. Dalam buku Pesona Bisnis Direct Selling dan MLM, Andrias Harefa menyebutkan perbedaan pokok antara kedua sistem tersebut lebih pada “jenjang karier” si penjual langsung. Jika sistem direct selling si penjual ini hanya mampu memiliki kaki terbatas antara 1-2 tingkat kedalam vertical saja.

Misalnya Nani dapat merekrut Nina. Dan Nina dapat merekrut Neni. Berhenti sampai disitu. Nah, untuk penjualan yang dilakukan oleh Nina dan Neni, Nani berhak atas overriding fee karena ia membina dan merekrut kedua orang tersebut. Jika Neni merekrut Nana, dan Nana berhasil merekrut Nene, dan kedua member terakhir itu berhasil menjual dalam jumlah tertentu, maka Nani tidak mendapat penghasilan apa-apa lagi.

Nah, dalam sistem multi level tingkat kedalaman vertikal jaringan tidak dibatasi seperti itu. Di sini Nani masuk akan mendapat keuntungan dalam persentase tertentu.

Dari sisi rekrutmen secara horizontal, baik direct selling maupun MLM keduanya tidak ada batas. Namun dari sisi rekrutmen vertical, direct selling terbatas dan MLM tidak terbatas. Dalam prakteknya, system MLM memiliki variasi sistem yang lebih beragam.
===============================
Insight :
Direct selling yang dimaksud diatas adalah :
Nani (1) --> Nina (2) -->Neni (3) --> Nana (4) --> Nene (5)
Note : --> artinya merekrut
Nani (1) hanya berhak atas komisi dari penjualan yg dilakukan oleh (2) dan (3) saja dan (1) tidak berhak atas (4) dan (5)
Neni (3) berhak atas (4) dan (5)
Jadi Direct Selling yang dimaksud disini adalah kita bisa memiliki berapapun kaki langsung kita tetapi hanya performance atas 2 layer ke bawah dari kaki kita saja (s/d cucu saja) kita mendapatkan fee atas pembinaan ini.

Sementara Multi Level Marketing :
Kita bisa memiliki berapapun banyak kaki kita dan berapapun layer sampai kekedalaman, kita tetap berhak atas komisi akumulasi poin dari seluruh orang yang terdaftar dalam jaringan kita dan tidak dibatasi sampai ke kedalaman berapapun.
Inilah yang dilakukan oleh Oriflame dengan sistimnya. Di Boss Family anda bisa mendapatkan sistimnya dengan bertanya kepada up line handal anda atau silahkan hubungi saya untuk informasi lebih lanjut.

Peraturan pemerintah tentang Peraturan Bisnis direct selling atau MLM

  • Legalitas
    1. Tanpa Direct Selling License
    Sebelum tahun 2000 belum ada aturan tentang izin usaha khusus untuk Direct Selling cukup gunakan SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) untuk semua usaha penjualan sebagai usaha perdagangan retail tanpa ada penentuan tentang permodalan.


    2. Izin Usaha Penjualan Berjenjang (IUPB)
    Keputusan Menteri Perdagangan No. 73/MPP/Kep/3/2000 tentang Ketentuan Kegiatan Usaha Penjualan Berjenjang
    - Masa berlaku IUPB 3 tahun
    - Berlaku untuk perusahaan Nasional tanpa ada ketentuan tentang minimal modal
    - Perusahaan Asing tidak diperkenankan usaha “Direct Sellling” harus melalui Perusahaan Nasional.

    3. Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL) 2006
    Peraturan Menteri Perdagangan No. 13/M-DAG/PER/3/2006 ditanda tangani tertanggal 29 Maret 2006 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penerbitan Surat Izin Usaha Penjualan Langsung
    - Permodalan minimal Rp. 500 juta
    - Perizinan DS/MLM hanya untuk perusahaan Nasional
    - Masa berlaku SIUPL = SIUPL Sementara 1 tahun dan SIUPL Tetap 5 tahun dan dapat diperpanjang
    (Catatan : Adanya pembatasan pay out maksimal 40 %)

    4. Peraturan Presiden No. 77 tahun 2007
    Peraturan Presiden No. 77 tahun 2007 ditanda tangani tertanggal 3 Juli 2007 tentang “Daftar Bidang Usaha yang tertutup dan Bidang Usaha Yang Terbuka dengan Persyaratan Di Bidang Penanaman Modal”
    Untuk industry Direct Selling, perusahaan joint venture batas kepemilikan modal asing adalah maksimal 60 %

    5. Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL) 2008
    Peraturan Menteri Perdagangan No. 32/M-DAG/PER/8/2008 ditandatangani tertanggal 21 Agustus 2008 tentang penyelenggaraan kegiatan usaha perdagangan dengan system penjualan langsung - Permodalan untuk perusahaan Nasional minimal Rp. 2 M dan untuk perusahaan Asing minimal Rp. 5 M
    - Harus dalam bentuk Joint-Venture dengan perbandingan saham asing maksimal 60 % sesuai dengan Peraturan Presiden No. 77 tahun 2007
    - Masa berlaku SIUPL = SIUPL sementara 1 tahun, SIUPL tetap selama perusahaan menjalankan kegiatan
    - Direksi dan Komisaris masing-masing minimal 1 orang Warga Negara Indonesia

    6. Peraturan Menteri Perdagangan No. 47/M-DAG/PER/9/2009
    Karena tidak boleh ada diskriminasi terhadap perusahaan asing sesuai dengan perjanjian WTO maka keluarlah Peraturan Menteri Perdagangan No. 47/M-DAG/9/2009 ditanda tangani tertanggal 16 September 2009 tentang Perubahan atas peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 32/M-DAG/PER/8/2008 tentang penyelenggaraan kegiatan usaha perdagangan dengan system penjualan langsung”. Isinya merubah tentang permodalan pada pasal 7, dimana penanaman modal harus memenuhi ketentuan :
    a. Kekayaan bersih sebagaimana diatur dalan peraturan perundang-undangan mengenai kriteria usaha
    b. Batasan kepemilikan modal sebagai mana diatur dalam peraturan perundang-undangan mengenai daftar bidang usaha yang tertutup dan bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan di bidang penanaman modal (Daftar Negatif Investasi/DNI)
    Permodalan ini terkait dalam UU No. 20 tahun 2008 tentang usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Besar.
    Jenis usaha
    Usaha Mikro Paling sedikit Rp. 50 Juta
    Usaha Kecil modal antara Rp. 50 – Rp. 500 juta
    Usaha Menengah modal antara Rp. 500 juta – Rp. 10 M
    Usaha Besar minimal Rp. 10 M

    7. Peraturan Menteri Perdagangan No. 55/M-DAG/PER/10/2009
    Peraturan Menteri Perdagangan No. 55/M-DAG/PER/10/2009 tentang “Pendelegasian Wewenang Penerbitan Surat Izin Usaha Penjualan Langsung Kepada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Dalam Rangka Pelaksanaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Di Bidang Penanaman Modal”
    Peraturan ini dikeluarkan pada tanggal 9 Oktober 2009, dan mulai berlaku 60 hari sejak tanggal ditetapkan jadi mulai berlaku sejak 9 Januari 2010.

    8. Peraturan Presiden No. 36 tahun 2010
    Untuk meningkatkan kegiatan penanaman modal di Indonesia, Presiden mengeluarkan peraturan No. 36 tahun 2010 merevisi peraturan No. 77 tahun 2007 revisi DNI. Peraturan No. 36 di tanda tangani tertanggal 25 Mei 2010 tentang “Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha Yang terbuka dengan Persyaratan Di Bidang Penanaman Modal”
    Untuk industry Direct Selling, perusahaan joint venture batas kepemilikan modal asing adalah maksimal 95 %